Wa Kun Mustafidan Kulla Yaumin Ziyadatan Minal Ilmi Wasbah Fi Buhuril Fawaidi.....
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 Februari 2016
Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki :) :*
Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu
Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Sifatmu nan selalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Copas: From Sheila On 7
Jumat, 14 Maret 2014
Dan Bila
Setiap
malam saat kau tak ada
Hanya
sepi yang kurasa
Kuberharap
dirimu ada
Menemani
aku yang hampa
Malam
ini….
Dan bila….
Kujauh
darimu
Maka
izinkanlah diriku
Memeluk
erat bayangmu
Dan bila….
Ku kan
datang kembali
Sambutlah
ku dengan senyummu Cinta
Dan bila….
Semuanya
akan kembali
Seperti
dahulu lagi
Layak
bulan setia temani bintang
Hadirnya
atas nama Cinta
Malam
ini....
Copas: From Second Civil
Copas: From Second Civil
Kamis, 13 Maret 2014
Si Maniez
Maniez
Beberapa
hari sejak kembali ke kampus, c’Maniez adalah hal paling penting yang membuatku
kembali menemukan kebahagiaan di tempat ini. Gadis yang entah bagaimana
caranya, sejak pertama kali bertemu beberapa tahun yang lalu, setiap kali
berada di dekatnya atau menyebutkan namanya, membuatku deg-degan melulu.
Maniez,
entah bagaimana nama sederhana itu menjadi begitu istimewa. Aku selalu suka
namanya, sejak pertama kali mendengarnya.
Selama
ini akulah pemuja rahasianya. Aku benar-benar menyukainya sejak lama, tetapi
tak pernah berani mengungkapkannya. Ya, aku selalu ragu untuk melakukannya.
Sebenarnya aku takut c’Maniez akan menolak cintaku. Aku takut berbalik
membencinya jika hal itu terjadi. Lebih baik begini saja. Ya, begini lebih
baik. Apalagi dengan keadaanku sekarang, aku merasa tak pantas untuk c’Maniez.
Demikianlah,
rasanya tak apa-apa jika aku tak ingin menagih apa-apa dari cinta. Aku selalu
menikmati sensasi gempa bumi pribadi setiap kali berdekatan dengannya, atau
menyebutkan namanya. Aku senang kapanpun bisa merindukannya, meski dia tak
mengetahuinya. Aku senang mengakrabi lengkung alis matanya, dari jauh…. Aku
cukup bahagia mencintai c’Maniez dengan cara seperti ini,. Seperti seorang
lelaki yang mencintai pagi dengan sepenuh hati, meski tak mungkin ia miliki.
Hari
pertama kembali ke kampus, aku langsung mencarinya diantara kerumunan
teman-teman perempuan. Ketika yang lain langsung melambaikan tangannya padaku,
lalu berjalan menghampiriku, aku melihat c’Maniez diantara pundak c’lia dan
c’Rina, tersenyum maniez dengan tatapan matanya yang puitis. Segala yang kucari
dan kurindukan, seketika seolah-seolah terbayar mendapati dia ada dan baik-baik
saja.
Ya,
c’Maniez. Dia ada disana.
Kalau
bisa mem-pause-nya, aku suka adegan ini dan ingin memutarnya berkali-kali dalam
gerak lambat: c’Maniez tersenyum ke arahku sementara matahari pagi menerpa
sebagian wajah bagian kanannya. Dibawah matahari pagi pukul delapan, wajahnya
tampak anggun. Matanya bersih dengan retina hitam pekat di tengah-tengahnya.
Senyumnya, ya senyumnya yang memperlihatkan barisan giginya yang rapi,
mencerahkan dunia. Pipinya yang bersih. Kemeja kampusnya, jas kampusnya,
semuanya.
Copas: From Fahd Djibran
Selasa, 11 Maret 2014
Puisi Untukmu Maniez.....!!!!!
serbuk
mawar, atau batu topaz,
atau
panah anyelir yang menyalakan api,
aku
mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan
yang
harus dicintai, secara rahasia,
diantara
bayangan dan jiwa
aku
mencintaimu seperti tumbuhan
yang
tak pernah mekar
tetapi
membawa dalam dirinya sendiri cahaya
dari
bunga-bunga yang bersembunyi;
terimakasih
untuk cintamu, suatu wewangian padat,
bermunculan
dari dalam tanah,
hidup
secara gelap di dalam tubuhku
aku
mencintaimu tanpa tahu
mengapa,
atau kapan, atau darimana
aku
mencintaimu lurus,
tanpa
macam-macam, tanpa kebanggaan;
demikianlah
aku mencintaimu
karena
aku tak tahu cara lainnya
beginilah:
dimana aku tiada, juga kau,
begitu
dekat sehingga tanganmu di dadaku
adalah
tanganku,
begitu
dekat sehingga ketika matamu terpejam
akupun jatuh tertidur
Karya: Pablo Neruda
Langganan:
Postingan (Atom)



